Deni riana
Deni riana
Translate

Skill yang Paling Dicari di Dunia Kerja 2025: Bukan Cuma Pintar!

Temukan daftar kerja keterampilan paling dibutuhkan tahun 2025 menurut laporan WEF. Dari pemikiran analitis, kepemimpinan, hingga literasi teknologi.
Keterampilan yang paling dicari di dunia kerja 2025

Pasar kerja global kini bergerak sangat cepat mengikuti perkembangan teknologi dan perubahan tren industri. Otomatisasi, kecerdasan buatan (AI), big data, serta inovasi digital lainnya menuntut tenaga kerja yang tidak hanya pintar secara akademis, tetapi juga menguasai keterampilan praktis yang relevan dengan kebutuhan masa depan.

Laporan Future of Jobs 2025 dari World Economic Forum (WEF) mengungkapkan keterampilan paling dibutuhkan tahun 2025. Data ini berasal dari lebih dari 1.000 perusahaan global yang mewakili 14,1 juta pekerja di seluruh dunia.

Keterampilan Paling Dibutuhkan Tahun 2025

  • Pemikiran analitis – 69%
  • Ketahanan, fleksibilitas, dan kelincahan – 67%
  • Kepemimpinan dan pengaruh sosial – 61%
  • Pemikiran kreatif – 57%
  • Motivasi dan kesadaran diri – 52%
  • Literasi teknologi – 51%
  • Rasa ingin tahu & belajar seumur hidup – 50%
  • Orientasi layanan & manajemen talenta – 47%
  • AI & big data – 45%
  • Pemikiran sistem – 42%
  • Manajemen sumber daya & operasional – 41%
  • Kemampuan multibahasa – 23%
  • Keterampilan dasar (membaca, menulis, berhitung) – 21–26%

Pemikiran Analitis Jadi yang Teratas

Kemampuan analitis menempati posisi pertama dengan 69% perusahaan menganggapnya keterampilan inti. Pekerja yang mampu membaca data, memecahkan masalah kompleks, serta mengambil keputusan logis sangat dibutuhkan di tengah ketidakpastian global.

Disusul oleh ketahanan, fleksibilitas, dan kelincahan (67%) serta kepemimpinan dan pengaruh sosial (61%) yang menunjukkan pentingnya pekerja dengan jiwa adaptif dan mampu menginspirasi tim. Sementara itu, literasi teknologi (51%) dan semangat belajar seumur hidup (50%) menekankan perlunya pekerja terus mengikuti perkembangan digital.

Tantangan: Pengangguran Masih Tinggi

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Februari 2025, jumlah angkatan kerja di Indonesia mencapai 153,05 juta orang, naik 3,67 juta dari Februari 2024.

Namun, jumlah pengangguran terbuka masih tinggi, yakni 7,28 juta orang dengan tingkat pengangguran 4,76%. Jika dibanding tahun sebelumnya, jumlah pengangguran naik sekitar 80 ribu orang (1,1%).

Jumlah Pengangguran Berdasarkan Usia

  • 15–24 tahun: turun 70 ribu orang (dari 3,62 juta → 3,55 juta)
  • 25–34 tahun: naik 30 ribu orang (dari 1,91 juta → 1,94 juta)
  • 35–44 tahun: turun signifikan 91 ribu orang (dari 775 ribu → 684 ribu)
  • 45–54 tahun: naik tipis 8 ribu orang (dari 520 ribu → 528 ribu)
  • 55–64 tahun: melonjak 165 ribu orang (dari 250 ribu → 416 ribu)

Kasus PHK Meningkat

Data menunjukkan jumlah pekerja yang terkena PHK terus bertambah:

  • 2023: 64.855 pekerja
  • 2024: 77.965 pekerja (naik 20,21%)
  • Februari 2025: 15.285 pekerja dalam 1 bulan, rekor tertinggi sejak November 2023

Kesimpulan

Dunia kerja semakin kompetitif. Pekerja tidak cukup hanya mengandalkan kepintaran akademis, tetapi harus melengkapi diri dengan keterampilan analitis, teknologi, kepemimpinan, dan ketahanan mental. Hanya mereka yang adaptif, inovatif, serta terus belajar yang akan mampu bertahan dan berkembang di era disrupsi digital.

Posting Komentar

Bagikan Artikel Ini
Link artikel berhasil disalin!